Kamis, November 01, 2012
Senin, Oktober 29, 2012
Bukan Hanya Renungan
Assalamualaikum wr wb..
Pernahkah anda menatap orang-orang yang anda sayang saat mereka sedang tidur? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis kelas dunia pun yang ketika di panggung begitu cantik, tampan dan gemerlap pun akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikan lah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut kerucut mulai terpahat di wajah nya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, Lihatlah ibu anda.. kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang tiap hari menguruskan keperluan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan membekali kita semata-mata kerana rasa kasih dan sayang, dan sayang nya itu sering kita salah artikan.
Kemudian cobalah menatap wajah orang-orang di sekitar kita yang kita cintai..
dan secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan, dan ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata...
"betapa lelahnya..penat nya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu? Untuk siapa dia berpenat lelah Tak lain adalah KITA..
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita. Coba resapi dan pandang jauh ke dalam sisi hati kita di mana kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakan betapa kebahagiaan dan rasa terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua. Bayangkan lah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya.
inspired by Sapi dan Kambing Kurban
Pernahkah anda menatap orang-orang yang anda sayang saat mereka sedang tidur? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis kelas dunia pun yang ketika di panggung begitu cantik, tampan dan gemerlap pun akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikan lah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut kerucut mulai terpahat di wajah nya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, Lihatlah ibu anda.. kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang tiap hari menguruskan keperluan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan membekali kita semata-mata kerana rasa kasih dan sayang, dan sayang nya itu sering kita salah artikan.
Kemudian cobalah menatap wajah orang-orang di sekitar kita yang kita cintai..
- Ayah
- Ibu
- Suami
- Istri
- Kakak
- Adik
- Anak
- Sahabat, Semuanya...
dan secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan, dan ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata...
"betapa lelahnya..penat nya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu? Untuk siapa dia berpenat lelah Tak lain adalah KITA..
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita. Coba resapi dan pandang jauh ke dalam sisi hati kita di mana kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakan betapa kebahagiaan dan rasa terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua. Bayangkan lah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya.
inspired by Sapi dan Kambing Kurban
Jumat, Agustus 19, 2011
Cara Menghilangkan Komedo
Mungkin masalah yang satu ini semua orang pasti pernah mengalaminya, yaitu komedo. Saya akan memberikan sedikit tips cara menghilangkan komedo, Tapi sebelumnya ada baiknya kalau kita mengetahui apa komedo itu.
Komedo adalah Kotoran penyumbat pori-pori ini berbentuk kecil, berwarna hitam atau putih. Dengan komedo, wajah halus terlihat kotor dan kusam. Komedo muncul akibat terjadinya penumpukan minyak berlebih (sebum), serta sel kulit mati. Saat membersihkan wajah, komedo sering terabaikan.Ada dua jenis komedo:
1. Blackhead (komedo terbuka), tampak seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo ini berwarna kehitaman karena teroksidasi oleh udara.
2. Whitehead (komedo tertutup), berada di balik lapisan kulit ari yang tersumbat kotoran dan lemak, tampak seperti benjolan kecil-kecil di bawah kulit.
Biasanya, komedo muncul di area T (dahi, hidung, dan dagu), juga di bawah mata dan pipi. Jangan menghilangkan komedo dengan cara memencetnya, karena malah akan merangsangnya menjadi jerawat bernanah yang akan memperparah kondisi wajah, bahkan bisa menyebabkan infeksi.
Agar komedo hilang:
1. Kenali jenis kulit. Biasanya, komedo mudah muncul pada kulit wajah berminyak. Dengan mengenali jenis kulit, Anda bisa lebih mudah memilih produk pembersih wajah yang sesuai.
2. Pilih pembersih yang tepat, yang dapat membuat kulit wajah benar-benar bersih, segar, dan kenyal. Beri toleransi waktu sebulan untuk mengetes efektivitas pembersih yang Anda gunakan.
3. Pilih pelembab yang cocok. Bagi kulit normal dan berminyak, gunakan pelembab oil free. Sebenarnya, tubuh memiliki sistem alami yang bisa mengatur kelembaban kulit.
4. Hindari produk comedogenic. Produk lain yang bisa menimbulkan komedo adalah susu pembersih, tabir surya, alas bedak, bedak padat, shampo berbahan ginseng, dan kondisioner. Perlu diketahui, bedak padat merupakan produk yang mengandung zat comedogenic paling tinggi. Penggunaan bedak padat terlalu lama tak hanya menimbulkan komedo, tetapi juga jerawat.
5. Hidup sehat dan cukup gizi. Cukup tidur dan istirahat, hindari stres. Hal ini mungkin terdengar klise, namun coba terapkan hal kebiasaan ini, dan lihat hasilnya.
6. Facial menjadi salah satu cara untuk menghilangkan komedo secara tuntas dan tepat. Lakukan facial secara berkala dan setelah masa haid. Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan hormon dan kelenjar sebasia selama masa haid, yang memproduksi minyak lebih aktif.
7. Batasi mengonsumsi cokelat, susu cokelat, durian, kacang tanah, telur, kacang mete, keju, alpukat, mangga matang, kerang, krim bubuk, segala jenis susu (full cream, low atau non fat), gorengan, santan, dan daging berlemak.
8. Jika tak sabar dan ingin segera menghilangkannya, pergi saja ke dokter kulit. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk facial dan memberikan obat tertentu. Jika komedonya sudah sangat banyak, dokter akan menggunakan bantuan teknologi laser.
Tips mengangkat komedo:
1. Gunakan putih telur
* Ambil sedikit putih telur, tempatkan di wadah, kocok hingga berbusa. Oleskan di sekitar hidung atau bagian wajah yang berkomedo. Tutup dengan tisu. Biarkan hingga benar-benar kering. Lepaskan tisu secara perlahan. Di bagian dalam tisu, akan terlihat bintik-bintik komedo yang terangkat.
2. Scrub sayur dan masker kacang
* Blender selembar daun kailan, selembar daun seledri, ¼ buah apel, campur dengan perasan jeruk lemon. Usapkan dan pijat lembut wajah dengan scrub sayur ini, lalu bilas.
* Uapi wajah dengan air panas yang telah diberi 1 sdm garam. Biarkan 10 menit. Uap air garam akan membuka pori-pori, memperlebar pembuluh darah kapiler di bawah kulit dan memperlancar peredarah darah ke kulit.
* Campur sari kacang kedelai dan kacang polong, gunakan sebagai masker, diamkan 30 menit, bilas. Gunakan beberapa kali.
Komedo adalah Kotoran penyumbat pori-pori ini berbentuk kecil, berwarna hitam atau putih. Dengan komedo, wajah halus terlihat kotor dan kusam. Komedo muncul akibat terjadinya penumpukan minyak berlebih (sebum), serta sel kulit mati. Saat membersihkan wajah, komedo sering terabaikan.Ada dua jenis komedo:
1. Blackhead (komedo terbuka), tampak seperti pori-pori yang membesar dan menghitam. Komedo ini berwarna kehitaman karena teroksidasi oleh udara.
2. Whitehead (komedo tertutup), berada di balik lapisan kulit ari yang tersumbat kotoran dan lemak, tampak seperti benjolan kecil-kecil di bawah kulit.
Biasanya, komedo muncul di area T (dahi, hidung, dan dagu), juga di bawah mata dan pipi. Jangan menghilangkan komedo dengan cara memencetnya, karena malah akan merangsangnya menjadi jerawat bernanah yang akan memperparah kondisi wajah, bahkan bisa menyebabkan infeksi.
Agar komedo hilang:
1. Kenali jenis kulit. Biasanya, komedo mudah muncul pada kulit wajah berminyak. Dengan mengenali jenis kulit, Anda bisa lebih mudah memilih produk pembersih wajah yang sesuai.
2. Pilih pembersih yang tepat, yang dapat membuat kulit wajah benar-benar bersih, segar, dan kenyal. Beri toleransi waktu sebulan untuk mengetes efektivitas pembersih yang Anda gunakan.
3. Pilih pelembab yang cocok. Bagi kulit normal dan berminyak, gunakan pelembab oil free. Sebenarnya, tubuh memiliki sistem alami yang bisa mengatur kelembaban kulit.
4. Hindari produk comedogenic. Produk lain yang bisa menimbulkan komedo adalah susu pembersih, tabir surya, alas bedak, bedak padat, shampo berbahan ginseng, dan kondisioner. Perlu diketahui, bedak padat merupakan produk yang mengandung zat comedogenic paling tinggi. Penggunaan bedak padat terlalu lama tak hanya menimbulkan komedo, tetapi juga jerawat.
5. Hidup sehat dan cukup gizi. Cukup tidur dan istirahat, hindari stres. Hal ini mungkin terdengar klise, namun coba terapkan hal kebiasaan ini, dan lihat hasilnya.
6. Facial menjadi salah satu cara untuk menghilangkan komedo secara tuntas dan tepat. Lakukan facial secara berkala dan setelah masa haid. Hal ini untuk menghindari terjadinya perubahan hormon dan kelenjar sebasia selama masa haid, yang memproduksi minyak lebih aktif.
7. Batasi mengonsumsi cokelat, susu cokelat, durian, kacang tanah, telur, kacang mete, keju, alpukat, mangga matang, kerang, krim bubuk, segala jenis susu (full cream, low atau non fat), gorengan, santan, dan daging berlemak.
8. Jika tak sabar dan ingin segera menghilangkannya, pergi saja ke dokter kulit. Biasanya, dokter akan menganjurkan untuk facial dan memberikan obat tertentu. Jika komedonya sudah sangat banyak, dokter akan menggunakan bantuan teknologi laser.
Tips mengangkat komedo:
1. Gunakan putih telur
* Ambil sedikit putih telur, tempatkan di wadah, kocok hingga berbusa. Oleskan di sekitar hidung atau bagian wajah yang berkomedo. Tutup dengan tisu. Biarkan hingga benar-benar kering. Lepaskan tisu secara perlahan. Di bagian dalam tisu, akan terlihat bintik-bintik komedo yang terangkat.
2. Scrub sayur dan masker kacang
* Blender selembar daun kailan, selembar daun seledri, ¼ buah apel, campur dengan perasan jeruk lemon. Usapkan dan pijat lembut wajah dengan scrub sayur ini, lalu bilas.
* Uapi wajah dengan air panas yang telah diberi 1 sdm garam. Biarkan 10 menit. Uap air garam akan membuka pori-pori, memperlebar pembuluh darah kapiler di bawah kulit dan memperlancar peredarah darah ke kulit.
* Campur sari kacang kedelai dan kacang polong, gunakan sebagai masker, diamkan 30 menit, bilas. Gunakan beberapa kali.
Obat Penghilang Bekas Jerawat
Setelah menuliskan artikel tips kesehatan suntik putih, sekarang saya akan mencoba berbagi resep obat penghilang bekas jerawat tradisional yang dengan cepat ampuh membantu menghilangkan bekas jerawat pada sobat blogger semuanya. Baiklah tanpa buang waktu lagi, berikut ini selengkapnya tips Untuk menghilangkan jerawat secara tradisional:
Terdapat beberapa ramuan yang telah ditemukan dan sekarang dapat kita coba, seperti:
1) Serbukkan dari batang kayu manis, caranya campurkan dengan madu, dan oleskan pada bekas jerawat setiap malam, dan pada keesokan harinya dibersihkan kembali, coba ulangi tips ini untuk mendapatkan hasil yg lebih baik.
2) Ambil sedikit madu asli, (inget loh harus asli) lalu panaskan sampai mendidih. Diamkan sampai madu tadi menjadi hangat2 kuku, lalu oleskan di daerah bekas jerawat selama kurang lebih 2 jam. Kerjakan tips ini setiap malam sebelum anda tidur. Langkah ini juga bisa digunakan untuk membantu menghilangkan bekas luka eksim lho, baik daaerah tangan maupun kaki.
3) Ambil beberapa lembar daun pegagan, lumatkan, campur rata menggunakan bedak dingin, selanjutnya oleskan di tempat bekas jerawat setiap malam sewaktu akan tidur, jangan lupa keesokan harinya langsung di bersihkan. Lakukan setiap hari hingga bekas jerawat sudah tidak kelihatan lagi.
Baiklah sobat blogger, itulah tiga macam langkah dalam membantu menghilangkan bekas jerawat yang membandel.... Selamat Mencoba.
Terdapat beberapa ramuan yang telah ditemukan dan sekarang dapat kita coba, seperti:
1) Serbukkan dari batang kayu manis, caranya campurkan dengan madu, dan oleskan pada bekas jerawat setiap malam, dan pada keesokan harinya dibersihkan kembali, coba ulangi tips ini untuk mendapatkan hasil yg lebih baik.
2) Ambil sedikit madu asli, (inget loh harus asli) lalu panaskan sampai mendidih. Diamkan sampai madu tadi menjadi hangat2 kuku, lalu oleskan di daerah bekas jerawat selama kurang lebih 2 jam. Kerjakan tips ini setiap malam sebelum anda tidur. Langkah ini juga bisa digunakan untuk membantu menghilangkan bekas luka eksim lho, baik daaerah tangan maupun kaki.
3) Ambil beberapa lembar daun pegagan, lumatkan, campur rata menggunakan bedak dingin, selanjutnya oleskan di tempat bekas jerawat setiap malam sewaktu akan tidur, jangan lupa keesokan harinya langsung di bersihkan. Lakukan setiap hari hingga bekas jerawat sudah tidak kelihatan lagi.
Baiklah sobat blogger, itulah tiga macam langkah dalam membantu menghilangkan bekas jerawat yang membandel.... Selamat Mencoba.
Efek Samping Suntik Putih
sudah lama banget nih ga posting di blog yg ini.. maklum lagi sibuk urus ini itu hingga menjelang proses kelahiran si Junior, hehe, di tengah kesibukan tanpa sengaja nemu artikel tentang efek samping suntik putih, hmm.. seperti apa dampak dari suntik putih itu? oke coba kita simak bersama, monggo..
Apakah Efek Samping Suntik Putih??
Walaupun vitamin C yang merupakan bahan dasar dari suntik putih yang dapat larut dalam air dan juga apabila asupannya berlebihan bisa dikeluarkan secara otomatis melalui urin namun vitamin C juga mempunyai efek samping bila dikonsumsi dengan dosis yang tidak tepat. Balita tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 400 mg karena bisa diare. Orang dewasa tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2000 mg sehari karena selain bisa menyebabkan penyakit maag juga bisa mengganggu kerja ginjal.
Efek samping suntik putih yang ditakutkan adalah terjadinya batu ginjal. Pada seseorang yang mempunyai keturunan penyakit ini, vitamin C yang berlebih bisa mengendap menjadi kristal apalagi bila orang tersebut kurang minum air putih tiap harinya. Gejala yang dirasakan pada pengidap batu ginjal adalah rasa pegal dan sakit di daerah pinggang. Bila timbul gejala ini setelah penyuntikan vitamin C maka harus segera dihentikan pemberian vitamin C.
Sebaiknya juga seseorang yang terbukti mempunyai keturunan penyakit batu ginjal tidak melakukan penyuntikan vitamin C. Pengidap maag juga harus hati-hati, karena vitamin C yang bersifat asam maka sebaiknya konsumsi vitamin C dianjurkan untuk makan terlebih dahulu untuk menghindari rasa perih di daerah lambung. Banyak manfaat yang bisa diambil bila mengkonsumsi vitamin C, tapi yang harus perlu diingat bahwa mengkonsumsi vitamin C bukan merupakan terapi utama tetapi merupakan terapi penunjang.
Harus berhati-hati mengkonsumsi vitamin C bila mempunyai riwayat penyakit maag dan batu ginjal karena bisa memperberat penyakit akibat efek samping suntik putih ini. Sebetulnya yang paling berbahaya adalah apabila ada penolakan dari tubuh sewaktu dilakukan penyuntikan, maka bisa menyebabkan kematian seketika. Oleh karena itu sebelum melakukan suntik putih ada baiknya berkunsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang berkompeten dan jangan terlalu berlebihan menggunakan suntik pemutih.
jadi gimana blogger? masih tertarikkah untuk mencoba suntik putih ini..?
hoho.. bola sekarang sudah di tangan anda.
Apakah Efek Samping Suntik Putih??
Walaupun vitamin C yang merupakan bahan dasar dari suntik putih yang dapat larut dalam air dan juga apabila asupannya berlebihan bisa dikeluarkan secara otomatis melalui urin namun vitamin C juga mempunyai efek samping bila dikonsumsi dengan dosis yang tidak tepat. Balita tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 400 mg karena bisa diare. Orang dewasa tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2000 mg sehari karena selain bisa menyebabkan penyakit maag juga bisa mengganggu kerja ginjal.
Efek samping suntik putih yang ditakutkan adalah terjadinya batu ginjal. Pada seseorang yang mempunyai keturunan penyakit ini, vitamin C yang berlebih bisa mengendap menjadi kristal apalagi bila orang tersebut kurang minum air putih tiap harinya. Gejala yang dirasakan pada pengidap batu ginjal adalah rasa pegal dan sakit di daerah pinggang. Bila timbul gejala ini setelah penyuntikan vitamin C maka harus segera dihentikan pemberian vitamin C.
Sebaiknya juga seseorang yang terbukti mempunyai keturunan penyakit batu ginjal tidak melakukan penyuntikan vitamin C. Pengidap maag juga harus hati-hati, karena vitamin C yang bersifat asam maka sebaiknya konsumsi vitamin C dianjurkan untuk makan terlebih dahulu untuk menghindari rasa perih di daerah lambung. Banyak manfaat yang bisa diambil bila mengkonsumsi vitamin C, tapi yang harus perlu diingat bahwa mengkonsumsi vitamin C bukan merupakan terapi utama tetapi merupakan terapi penunjang.
Harus berhati-hati mengkonsumsi vitamin C bila mempunyai riwayat penyakit maag dan batu ginjal karena bisa memperberat penyakit akibat efek samping suntik putih ini. Sebetulnya yang paling berbahaya adalah apabila ada penolakan dari tubuh sewaktu dilakukan penyuntikan, maka bisa menyebabkan kematian seketika. Oleh karena itu sebelum melakukan suntik putih ada baiknya berkunsultasi terlebih dahulu kepada dokter yang berkompeten dan jangan terlalu berlebihan menggunakan suntik pemutih.
jadi gimana blogger? masih tertarikkah untuk mencoba suntik putih ini..?
hoho.. bola sekarang sudah di tangan anda.
Senin, Maret 29, 2010
Misteri Angka 13

Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.
Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit.
Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki. Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.
Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.
Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.
Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).
Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13.
Inilah buktinya:
-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
-13 garis di perisai atau tameng burung.
-13 daun zaitun di kaki kanan burung.
-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
-13 anak panah.
-13 bulu di ujung anak panah.
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
-13 lapisan batu yang membentuk piramida.
-13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.
Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek. Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.
Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.
Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka-angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual setan mereka. Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.
Friday the 13th adalah Hari sial?
Berdasarkan hasil penelitian dari Dr Donald Dossey seorang psikoterapi khusus dlm bidang “phobia” = takut dlm bhs Yunani, di AS saja ada lebih dari 21 juta orang yang memiliki penyakit “paraskevidekatriap hobia” atau rasa takut akan hari Jumat tgl 13. Dan menurut laporan dari “The Stress Management Center and
Phobia Institute” di Asheville – AS, tenyata setiap hari Jumat tgl 13, ekonomi Amerika mengalami kerugian antara 800 s/d 900 juta AS$, karena banyak orang yg ogah travelling, bekerja ataupun melakukan
kegiatan bisnis apapun juga.
Kenapa angka 13 adalah angka sial ?
Sedangkan kepercayaan 13 sebagai nomor sial itu timbulnya dari orang Kristen, karena Yudas menduduki kursi yg 13 dan ia menjual Yesus tepat jam 13.00. Disamping itu angka tsb berada satu poin diatas angka sempurna 12 atau melebihi kekuatan puncak, maka dgn mana otomatis akan membawa sial, maklum murid Yesus terdiri dari 12 orang, suku Israel 12, siang-malam 12 jam, bulan 12, dewa Olympus 12.
Bila numerologi Barat memandang angka 13 sebagai angka sial, hal yang sama berlaku pula di masyarakat Cina. Namun mungkin dilihat dari sudut pandang yang berbeda. “Kalau dijumlah 1+3 hasilnya 4. Dan angka ‘empat’ sendiri dalam bahasa Cina bila diucapkan dengan intonasi berbeda (sie) bisa memberikan 2 makna yaitu empat dan mati = sial!
Bahkan kalau dihitung tgl 13 Oktober 2006 ini adalah benar-benar angka sial tulen cobalah Anda jumlahkan: 13-10-2006 = 1+3+1+0+2+6 = 13 (tigabelas lagi)
Dan apabila nama Anda terdiri dari 13 abjad maka ini harus hati2 sebab para pembunuh sadis memiliki nama yg terdiri dari 13 abjad lihat saja: Jack the Rippe, Charles Manson, Theodore Bundy dan Albert De Salvo.
Trikaideka-phobia , takut akan angka 13, sedemikian hebatnya sehingga kalau anda makan malam di Hotel berbintang Savoy di London, dan kebetulan anda datang rame2 ber 13 maka si Manager Hotel Mr Paul, akan cepat2 mengeluarkan mascot dua kucing hitam yg didudukan di kursi khusus , untuk menemani anda sekalian dimeja makan! Biar yg makan jadi 15, kalau tidak, “It is believed that one of the 13 diners will die within a year. Begitu wanti2 sang manager.
Berapa banyak hotel atau permukiman yang pantang mencantumkan angka 13 untuk nomor lantai, kamar, maupun rumah. Lotere di Itali, Perancis tidak ada nomer 13 nya. Begitu juga tidak ada nama jalan di Amerika yang menggunakan 13th Street atau 13th Avenue .
Darimana timbulnya kepercayaan ini? Diduga, Pythagoras – figur seniman, filsuf, dan guru dari abad 6 SM, secara tak langsung mendorong para pengikutnya melahirkan pemahaman baru, numerologi.
Apakah disemua Negara Eropa mereka takut akan Hari Jumat tgl 13 ? Tidak sebab di negara-negara Amerika Latin, di Yunani maupun di Spanyol hari “Selasa” tgl 13 adalah hari sial, sehingga ada pepatah “En martes, ni te cases ni te embarques” = di hari Selasa janganlah melakukan perkimpoian ataupun perjalanan.
Sedangkan di Italy hari sialnya adalah hari Jumat tgl 17.
Sabtu, Maret 13, 2010
Tips Mempercepat Koneksi pada Mozilla portable

Kalau anda sering merasa browser Internet anda menurun kinerjanya maka Disini saya akan mencoba berbagi Tips dan Trik pengaturan tambahan untuk meningkatkan kemampuan dan kecepatan Firefox 3.0 tercinta Anda. berikut Langkah-langkahnya:
1. Aktifkan browser Firefox-3.0 Anda dan ketikkan perintah “about:config” (tanpa tanda kutip), di address barnya.
2. Anda akan dibawa ke halaman konfigurasi Firefox-3.0. Kalau ada peringatan untuk hati-hati mengubah pengaturan pada halaman tersebut, klik yes atau ok saja.
3. Pada filter search bar di halaman konfigurasi, ketikkan “network.http.pipelining”. Pastikan valuenya sudah diset dengan nilai “true”. Jika masih “false”, klik ganda untuk menjadikannya “true”.
4. Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.http.pipelining.maxrequests”. Double klik pada opsi ini dan rubah nilainya (value) menjadi 8.
5. Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.http.proxy.pipelining”, double klik untuk merubah valuenya menjadi ‘true’.
6. Kembali ke filter search bar, ketikkan “network.dns.disableIPv6?. Double klik untuk merubah nilainya menjadi ‘true’.
7. Klik kanan di halaman konfigurasi tersebut dimanapun terserah, pilih new –>boolean. Ketikkan “content.interrupt.parsing”pada popup windows yang muncul kemudian klik OK. Ketika prompt untuk pilihan muncul, pilih ‘true’.
8. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.max.tokenizing.time”. Pada prompt value yang muncul masukkan nilai 2250000.
9. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.notify.interval”. Masukkan nilai 750000 pada prompt value yang muncul.
10. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> boolean. Ketikkan “content.notify.ontimer”. Pilih ‘true’ untuk isian prompt value yang muncul.
11. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.notify.backoffcount”. Pada prompt value yang muncul isikan value ‘5'.
12. Kembali klik kanan halaman konfigurasi, pilih new –> integer. Ketikkan “content.switch.threshold”. Isikan nilai 750000 pada prompt integer value yang muncul.
13. Terakhir, kembali klik kanan pada halaman konfigurasi, pilih new –>integer. Ketikkan “nglayout.initialpaint.delay”. Isikan nilai ‘0' pada prompt isian nilai yang muncul.
Jangan Lupa Restart Firefox portable anda untuk melihat perbedaannya!
nb: Ini juga dapat di terapkan pada Mozilla 3.xx desktop
Selamat Mencoba, Semoga Bermanfaat ...
Rabu, September 09, 2009
Kontroversi Ular Besar

BARU-BARU ini, muncul sebuah foto udara yang membuat heboh Kalimantan & Malaysia. Seekor ular raksasa berenang di Sungai Baleh, Sibu, Perbatasan Kalimantan barat-Serawak, bagian utara Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Adanya ular raksasa bukanlah cerita baru untuk masyarakat Kalimantan Barat. Bahkan warga yang tinggal di sekitar perbatasan Sarawak, Malaysia percaya, ular yang hidup di hutan perbatasan itu lebih besar dari yang digambarkan dalam foto di internet.
“Pengakuan orang-orang tua di sini, ular itu besarnya bisa sebesar pohon yang berdiameter 2 meter. Kalau di foto iti disebutkan sebesar drum minyak, malah masyarakat di sini meyakini masih ada yang jauh lebih besar dari itu,” kata Deputi Direktur Wahlhi Kalimantan Barat, Hendri Chandra kepada detikcom, Sabtu (21/2/2009).
Menurut Hendi, menurut pengakuan warga, ular besar itu hidup di hutan tropis Kalimantan yang belum tersentuh manusia. Orang sekitar menyebut ular itu merupakan jenis piton atau ular sawah.
Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun selama ini, ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau python atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter. Namun ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, jauh lebih panjang dan besar dibanding temuan python selama ini. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter. Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal, pekan lalu. New Straits Times di Kuala Lumpur, juga memuat foto tersebut yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris. Ada juga yang tidak mempercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal ini karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan. Sebab, sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini. Berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya anaconda di kawasan tersebut yang bernama Nabau. Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di sungai Baleh Borneo mempercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu. Nah, pertanyaannya, bila foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis python atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan, kecuali dalam film Anaconda: The Hunt For The Blood Orchid yang laris itu. Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazone. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang baru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter. Python Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic Reticulated Python (python reticulatus). Python terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki, dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang python bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter. Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara python lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara python menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat. Awal Februari, para ilmuwan menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam. (yan/berbagai sumber).
Foto Rekayasa atau Asli
Namun, salah seorang tokoh masyarakat di Kota Sibu, Edward Manjah (79) mengatakan berita mengenai kemunculan ular itu hanyalah berita sampah. Sementara harian Inggris, Telegraph dan media AS, Fox News juga melansir foto ular raksasa tersebut. Namun harian Inggris terkemuka lainnya, Guardian menyebut foto tersebut murni rekayasa.
Pakar manipulasi gambar asal Australia, David Ewing mengatakan, gambar itu hanya rekayasa. “Lihatlah bagian yang berwarna hitam. Itu seperti jenis ular ’Snakes and Ladders’. Ada banyak lengkungan simpel di dalamnya. Ini gambar yang sangat mendasar,” ujar Ewing.
Terlepas dari Kontroversi benar tidaknya keberadaan ular tersebut…semua dikembalikan pada anda untuk menerima hal ini dengan akal sehat atau sebagai fenomena alam yang merupakan kebesaran Tuhan!
posting by,Harry one blog
Jumat, April 17, 2009
PENJELASAN PEMBENGKAKAN SUARA
Pada Rabu sore tanggal 15 April 2009, diberitakan telah terjadi lonjakan suara salah seorang caleg Partai Demokrat dari Dapil II Sulawesi Selatan. Tim Review TI KPU merasa prihatin dan memohon maaf atas terjadinya kesalahan ini.
Kami telah melakukan analisis terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan entri data dan penayangan.
Untuk menjelaskan kasus ini, pertama-tama kami sampikan alur proses entri data sampai penayangan perolehan suara caleg.
1. Formulir C1-IT yang telah diisi oleh petugas KPPS diproses oleh software ICR di KPU Kabupaten/Kota
2. Hasil pembacaan ICR akan ditampilkan di layar monitor, dan operator melakukan koreksi terhadap hasil pembacaan itu. Setelah operator memastikan tidak ada salah baca, file disimpan dan dikirim ke KPU
3. Di KPU, aplikasi Sistem Integrasi akan memeriksa keamanan dan otentikasi file yang dikirimkan oleh KPU Kabupaten/Kota tersebut untuk ditayangkan di pusat tabulasi nasional.
Hasil analisis menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Kesalahan pada Tim Review IT karena tidak sempat melakukan pengujian sistem secara komprehensif terhadap data perolehan suara caleg sementara untuk data perolehan suara partai politik telah dilakukan.
2. Terjadi kesalahan pengisian form C1-IT oleh petugas PPS (contoh: satu kotak diisi lebih dari 1 digit, lihat gambar form C1-IT dibawah )Gambar 1 Pengisian lebih dari 1 digit
3. Software ICR yang dipakai oleh KPU Kabupaten/Kota tersebut tidak memberikan pembacaan yang benar terhadap form C1-IT sebagaimana tercermin dari tabulasi di bawah (lihat gambar XML)
Gambar 2 File Pembacaan ICR
Keterangan:
p : partai
c : caleg
4. Operator tidak melakukan koreksi pada halaman ke-7 form C1-IT sehingga data yang belum terkoreksi dikirim ke KPU (lihat gambar log)Gambar 3 File rekam jejak operator
Keterangan:
Partai P1 sampai dengan P30 atau halaman 1 sampai dengan 6 dan halaman 8 telah dikoreksi. Tetapi halaman 7 yang terdiri dari partai No. 31 s.d. 42 tidak dikoreksi.
5. Software ICR yang digunakan oleh KPU Kabupaten/Kota pada saat itu memungkinkan proses pengiriman sebelum semua kesalahan pembacaan ICR dikoreksi oleh operator dan tidak ada restriksi terhadap data yang lebih dari 3 digit. Penyedia software ICR telah melakukan perbaikan dengan menerapkan pemeriksaan terhadap jumlah suara caleg, jumlah total suara caleg dan partai, serta tidak meloloskan data perolehan suara caleg dan partai politik yang melebihi 510 per TPS. Juga tidak memungkinkan pengiriman file hasil ICR sebelum semua koreksi selesai dilakukan.
6. Aplikasi pada Sistem Integrasi tidak mengantisipasi data masuk yang lebih dari 510 suara caleg dan partai politik karena hal itu dianggap telah dilakukan pada software ICR.Penyedia Aplikasi Sistem Integrasi telah melakukan perbaikan dengan membuat aturan yang tidak meloloskan data perolehan suara caleg dan partai politik yang melebihi 510 per TPS.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian. Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbaiki segala kelemahan pada sistem TI KPU sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemuadian hari. Terima kasih.
Tim Review IT KPU – BPPT
PT Jasa Teknologi Informasi Mandiri (Sistem Integrator)
PT Smart Technology Indonesia (salah satu penyedia software ICR)
DIarsipkan di bawah: informasi | 10 Komentar »
Disklaimer
Ditulis pada April 7, 2009 oleh Tim TI BPPT
Blog ini adalah sebagai media informal dari TI KPU 2009, sebagai sarana komunikasi dari tim TIM KPU BPPT dengan masyarakat luas, dengan harapan dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, untuk memberi kenyamanan seluruh masyarakat, kami akan melakukan kontrol atas konten dari komentar/masukan yang masuk, khususnya dari komentar/masukan yang tidak memperhatikan etika umum berdikusi dalam jaringan. Mohon pengertian dan kerjasamanya, agar situs ini memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Terimakasih.
Tim TI KPU BPPT.
DIarsipkan di bawah: informasi | 9 Komentar »
Penjelasan mengenai pengujian performa ICR
Ditulis pada April 7, 2009 oleh Tim TI BPPT
Ditemukan beberapa pemberitaan di media massa yang tidak tepat dalam menjelaskankan mekanisme pengujian akurasi ICR vendor. Untuk menghindari terjadinya kesimpangsiuran, kami jelaskan sbb.
1. Untuk mendapatkan hasil test akurasi ICR yang valid, diperlukan testing set yang memenuhi kaidah statistik. Di antaranya:
1. independent, tidak pernah dipakai dalam proses training maupun parameter tuning dalam proses pembuatan engine recognition
2. jumlah sampel mencukupi
2. Mengingat keterbatasan waktu, tim BPPT hanya mampu melakukan
ujicoba akurasi pada limited sampel yang independen. Dengan
demikian setidaknya syarat “1. independensi” terpenuhi.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 7 Komentar »
Mengenal sekilas Intelligent Character Recognition (ICR) dalam Pemilu 2009
Ditulis pada April 6, 2009 oleh Tim TI BPPT
penulis:
Oskar Riandi, M.Eng, Amien Rusdiutomo, M.Eng, Agus Nugroho, M.Sc, Anto Satriyo Nugroho, Dr.Eng
1. Teknologi ICR dalam Pemilu 2009
Tidak lama lagi, bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum pada 9 April 2009. Menjelang hari H, berlangsung diskusi cukup hangat di masyarakat mengenai pemakaian Intelligent Character Recognition (ICR), perangkat lunak yang baru mulai dipakai pada Pemilu 2009 ini. Pemakaian ICR ini sudah ditetapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 02 tahun 2009, tentang Pedoman Pengadaan dan Pengelolaan Perangkat Teknologi Informasi untuk Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2009 [1]. Tujuan utama yang ingin dicapai dengan penggunaan mesin pemindai yang berbasis ICR tersebut adalah:
1. mempercepat proses perhitungan suara
2. memperoleh tabulasi yang akurat
3. memperoleh salinan dokumen elektronik yang otentik dan teramankan
4. transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat.
Sejak penandatanganan MoU kerjasama BPPT dan KPU pada 12 Maret 2009 yll. tim Review TI BPPT bekerja keras melakukan review dan supervisi teknologi informasi yang diterapkan di KPU. Termasuk di dalamnya upaya yang dilakukan dalam melakukan standarisasi aplikasi ICR, agar output dari ICR ini dapat diintegrasikan dengan baik dengan sistem secara keseluruhan. Dalam artikel ini akan dijelaskan teknologi ICR, kelebihan dan kelemahannya, bagaimana alur proses pengisian data di daerah hingga penayangannya pada tabulasi nasional. Dijelaskan pula upaya yang dilakukan oleh tim review Teknologi Informasi BPPT dalam melakukan standarisasi aplikasi ICR yang akan dipakai dalam tabulasi nasional pemilu 2009.
2. Apakah ICR itu ?
ICR adalah singkatan Intelligent Character Recognition, yaitu sistem ”cerdas” yang mampu mengenali tulisan tangan dan menterjemahkannya kedalam kode atau simbol digital yang ”dimengerti” (diedit, disimpan) oleh komputer. Sebuah piranti lunak ICR pada prinsipnya terdiri dari 4 bagian: preprocessing, character segmentation, character recognition dan post processing, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1 [1].
Gambar 1 Alur proses dalam sebuah sistem ICR
1. Preprocessing
Bagian pertama mengimplementasikan berbagai teknik dalam pengolahan citra untuk meningkatkan kualitas gambar agar mudah diolah oleh tahap berikutnya. Proses itu antara lain thresholding, konversi gray-scale ke binary black-white, noise removal, dsb.
2. Character segmentation
Bagian ini bertugas menganalisa sebuah citra text hasil scanning, menemukan lokasi text dan mengekstrak huruf per huruf untuk diolah pada tahap character recognition.
3. Character recognition
Bagian ini terdiri dari feature extraction dan classification. Feature extraction bertugas menemukan informasi signifikan dari citra sebuah huruf dan merepresentasikannya dalam vektor fitur (feature vector). Vektor ini kemudian diolah oleh classifier untuk menentukan kategori (jenis huruf). Berbagai metode classifier telah dikembangkan dalam bidang pengenalan pola (pattern recognition) sejak puluhan tahun yang lalu. Antara lain artificial neural network (jaringan saraf tiruan), support vector machine (SVM), maupun metode statistika yang lain.
4. Post processing
Bagian terakhir melakukan evaluasi terakhir untuk melakukan koreksi otomatis sekiranya terjadi kesalahan dalam pengenalan huruf yang dilakukan pada tahap 3.
Dari sisi teknologi, sebenarnya ICR bukanlah hal yang baru. Riset mengenai character recognition telah berpuluh tahun digali di dunia komputasi, khususnya pattern recognition (pengenalan pola) dan image processing (pengolahan citra). Bagi peneliti pattern recognition, masalah character recognition seolah menjadi masalah klasik untuk mencoba berbagai metode feature extraction maupun classifier yang mereka kembangkan. Teknologi ini dapat dikatakan telah mencapai maturity, dimana umumnya penelitian telah dapat menekan rasio error hingga kurang dari 1% (akurasi 99%) [3][4]. Di sisi industri, teknologi ICR telah diimplementasikan dalam berbagai produk komersial. Misalnya untuk membaca alamat pos yang diimplementasikan di United States Postal Service (USPS) [5], Bank check recognition [6], dan facsimile produksi Sanyo yang mampu membaca tulisan tangan nomer facsimile, dan langsung men-dial secara otomatis ke tujuan [7]. Dapat dikatakan bahwa teknologi ini telah matang dan potensi aplikasinya sangat tinggi.
3. Kelebihan dan Kelemahan ICR
Tiap teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan ICR terhadap berbagai metode lain dalam data entry seperti OMR (Optical Mark Recognition) misalnya, terletak pada kemampuannya
(i)mempermudah pekerjaan operator
(ii) efisiensi biaya kertas yang diperlukan
Mempermudah di sini dimaksudkan lebih mudah bagi seseorang untuk menuliskan sebuah angka dengan baik, dibandingkan mengisi form OMR dengan mencontreng atau menghitamkan sebuah pilihan dari berbagai pilihan yang tersedia, sebagaimana saat ujian nasional, UMPTN, dsb. Apalagi dengan mempertimbangkan stamina dan kondisi petugas lapangan yang mungkin dalam kondisi lelah saat mengisi formulir. Dari sisi efisiensi, biaya pengadaan kertas dapat ditekan jauh menjadi lebih murah. Pada pemilu kali ini, formulir C1-IT terdiri dari 8 lembar yang memuat isian untuk seluruh parpol. Apabila memakai formulir khusus OMR, banyaknya halaman akan sesuai dengan jumlah parpol, karena data 1 parpol memerlukan 1 halaman OMR. Misalnya jumlah parpol 38, maka diperlukan 38 halaman [8]. Namun demikian, bukan berarti ICR bebas resiko. Apabila akurasi ICR terlalu rendah, preprocessing dan segmentasinya tidak akurat, mengakibatkan beban operator untuk melakukan verifikasi menjadi berat, sehingga tidak efektif. Dapat disimpulkan bahwa dari sisi akurasi, OMR lebih menjanjikan daripada ICR, tetapi ICR lebih unggul dari sisi biaya pengadaan kertas maupun resiko error yang timbul karena kondisi psikis di lapangan.
4. Alur Pengisian Data di KPUD Kabupaten/Kota hingga penayangannya pada tabulasi nasional
Gambar 2 Alur pemrosesan form C1-IT dari KPUD Kabupaten Kota ke KPU Pusat
Gambar 2 memperlihatkan alur bagaimana data yang diisikan pada formulir C1-IT di KPUD Kabupaten dapat ditayangkan pada tabulasi nasional. Pertama-tama formulir C1-IT yang telah diisi akan dipindah (scan). Citra hasil pemindaian tersebut akan dibubuhkan watermark, sehingga terjamin otentisitasnya. Maksudnya, setiap ada upaya ilegal untuk mengubah citra tsb. akan selalu diketahui, sehingga citra tersebut kelak dapat menjadi bukti hukum yang sah apabila ada masalah timbul di belakang hari. Setiap formulir C1-IT terdiri dari 8 lembar, sehingga total diperoleh 8 buah citra. Selanjutnya citra hasil pemindaian tersebut akan dibaca oleh ICR, dikonversikan menjadi simbol angka berupa kode ASCII. Hasil baca ini selanjutnya diverifikasi oleh operator. Apabila ada kesalahan baca, operator akan memperbaiki kesalahan tersebut. Setiap modifikasi yang dilakukan akan selalu tercatat dalam sebuah log file. Setelah error tidak ditemukan lagi, file disimpan pada struktur direktori tertentu. Keseluruhan file tsb. saat disimpan telah dalam kondisi terenkripsikan (tersandikan) sehingga isinya tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak diinginkan. File elektronik ini selanjutnya dikirimkan ke pusat lewat jaringan khusus yang disebut VPN (Virtual Private Network). Karena pengiriman ini lewat VPN, bukan lewat jaringan internet biasa, diharapkan akan handal terhadap upaya vandalisme terhadap data tsb. Setelah sampai di Data Center KPU Pusat, file tersebut akan diekstrak, didekripsikan, validasi dan diperiksa otentisitasnya, baru kemudian dikelola dalam pusat penyimpanan data. Data inilah yang kemudian ditayangkan di internet, sehingga proses perhitungan suara dapat dipantau secara transparan oleh semua pihak.
5. Apakah yang harus dilakukan agar ICR bekerja optimal ?
Dari uraian di atas jelas terlihat bahwa ICR ini berada pada ujung tombak sistem TI yang digunakan. Keberhasilan tabulasi nasional sangat bergantung pada keberhasilan ICR dalam membaca data yang dituliskan pada formulir C1-IT. Mengingat pentingnya peran ICR dalam sistem TI Pemilu 2009, perangkat lunak itu harus memenuhi 4 aspek:
1. Tepat
yaitu sesuai dan mampu mengolah format C1-IT, sehingga terjaga interoperabilitasnya dengan sistem yang lain
2. Akurat
memiliki ”kecerdasan” yang tinggi, maksudnya mampu membaca dengan akurat tulisan tangan angka pada formulir C1-IT. Secara sederhana dapat diilustrasikan demikian. Sebuah ICR yang memiliki akurasi 95% akan beresiko salah baca 5 dari 100 angka, sehingga operator hanya mengoreksi 5 angka saja. Adapun ICR yang memiliki akurasi 80% berpotensi salah baca 20 dari 100 angka, sehingga operator harus mengoreksi 20 angka atau 4 kali lipat. Apabila jumlah TPS ratusan atau ribuan, upaya koreksi ini akan berlipat ganda dan akan memberatkan operator.
3. Aman
yaitu terjamin keamanannya secara berjenjang pada saat data dibuat, disimpan sampai penayangannya di tabulasi nasional. Karena itulah dipasang berlapis-lapis pengamanan seperti watermark dan enkripsi.
4. Cepat
instalasi, setting dan kemudahan antarmuka (userfriendly interface) akan membuat pekerjaan operator menjadi lebih cepat dan ringan.
Selain itu dari sisi pengguna, harus diperhatikan hal-hal sbb.
1. Tulislah angka sebaik dan sejelas mungkin
2. Angka harus ditulis di kotak yang ditentukan, jangan sampai melewati batas kotak
3. Kertas jangan sampai kotor, sobek atau terlipat
4. Jangan terbalik saat memasukkan kertas ke scanner
6. Standarisasi ICR
Sejak dibentuk lewat MoU BPPT-KPU pada 12 Maret 2009, tim review BPPT berupaya membuat standar ICR, agar dapat diolah oleh bagian Sistem Integration, untuk dikirim, diolah dan ditampilkan pada tabulasi nasional [9]. Standar ICR ini merupakan penjabaran teknis dari spesifikasi yang ditetapkan pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 02 tahun 2009 [1]. Setiap vendor yang ingin menjual produk ICR nya harus memenuhi kriteria standar tersebut, agar hasilnya dapat diterima dan diolah oleh sistem yang dibangun di KPU. File standar ICR tersebut dapat didownload dari sini [9].
7. Penutup
Pemilu 9 April 2009 memanfaatkan teknologi Intelligent Character Recognition (ICR). Dari sisi teknologi, ICR sebenarnya sudah lama dikembangkan dan telah sampai ke level yang mature. ICR telah dipakai dalam berbagai aplikasi industri. Tujuan pemakaian ICR dalam pemilu ini adalah untuk memperoleh hasil yang cepat, akurat, aman, citra yang dapat dipakai sebagai bukti otentik, dan transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat.
8. Referensi
1. Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 02 tahun 2009, tentang Pedoman Pengadaan dan Pengelolaan Perangkat Teknologi Informasi untuk Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2009.
2. R. Plamondon, S.N. Srihari: “Online and Off-line Handwriting Recognition: A Comprehensive Survey”, IEEE Trans. Pattern Analysis & Machine Intelligence
3. Yann LeCun, Corinna Cortes: The MNIST Database of handwritten digits : http://yann.lecun.com/exdb/mnist/ (diakses 19 Maret 2009)
4. Ranzato Marc’Aurelio, Christopher Poultney, Sumit Chopra and Yann LeCun: “Efficient Learning of Sparse Representations with an Energy-Based Model”, in J. Platt et al. (Eds), Advances in Neural Information Processing Systems (NIPS 2006), MIT Press, 2006
5. S.N. Srihari and E.J. Keubert: “Integration of Handwritten Address Interpretation Technology into the United States Postal Service Remote Computer Reader System”, Proc. of Fourth Int’l Conf. Document Analysis and Recognition, Vol.2, pp.892-896, Ulm, Germany, Aug, 1997
6. G.Dimauro, S.Impedovo, G.Ppirlo, and A. Salzo, “A Multi-Expert Signature Verification System for Bankcheck Processing,” Int’l Journal on Pattern Recognition and Artificial Intelligence, Vol.11, No.5, pp.827-844, 1997
7. H. Kawajiri, Y. Takatoshi, T. Junji, A.S. Nugroho and A. Iwata : Hand-written Numeric Character Recognition for Facsimile Auto-dialing by Large Scale Neural Network CombNET-II, Proc. of 4th.International Conference on Engineering Applications of NeuralNetworks, pp.40-46, June, 10-12, 1998 Gibraltar
8. Bambang Edhi Leksono S, Hemat Dwi Nuryanto: “Laporan Kegiatan Konsultasi Sistem Informasi Pemilihan Umum November-Desember 2008”, Komisi Pemilihan Umum, Jakarta 14 Januari 2009
9. Tim Review TI KPU : Standar dan Kriteria Piranti Lunak ICR (Intelligent Character Recognition), ver 2.0 – 090320, 20 Maret 2009,
Addendum1
DIarsipkan di bawah: teknologi dalam Pemilu 2009 | yang berkaitan: ICR Pemilu 2009 Teknologi TI Intelligent Character Recognition standarisasi | 14 Komentar »
Mailing list untuk diskusi masalah TI dalam Pemilu
Ditulis pada April 6, 2009 oleh Tim TI BPPT
Rekan-rekan yth.
Kami telah membuat mailing list untuk mendiskusikan masalah penerapan Teknologi Informasi (TI) yang ditemukan di lapangan selama pemilu, dengan harapan dapat melancarkan pemilu 9-April-2009.
Cara bergabung ke milis: kirim email kosong ke
tipemilu2009-subscribe@googlegroups.com
Mari kita berikan yang terbaik buat bangsa dan negara kita.
Administrator (Tim Ahli BPPT untuk TI KPU)
1. Dr. Anto Satriyo Nugroho
2. Dr. Husni Fahmi
3. Oskar Riandy, M.Eng
DIarsipkan di bawah: informasi | yang berkaitan: milis mailing list TI Pemilu 2009 | 4 Komentar »
Press Release:Penyelenggaraan Teknologi Informasi untuk Pemilu tahun 2009
Ditulis pada April 5, 2009 oleh Tim TI BPPT
Dalam rangka melengkapi penjelasan Ka. BPPT, berikut adalah materi pelengkap penjelasannya:
* Kerjasama BPPT dan KPU adalah dalam pendampingan teknis teknologi informasi untuk Pemilu 2009, dimana secara formal dimulai sejak tanggal 12 Maret 2009.
* Dalam pelaksanaan Pemilu 2009 ini, Tujuan TI dalam pemilu ditetapkan sebagai berikut:
1. Mengumpulkan dan menyajikan hasil perolehan suara Pemilu dari seluruh TPS dengan cepat, akurat, dan transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat.
Dalam arti:
o Masyarakat dapat mengikuti dan mengawasi rekapitulasi perhitungan suara secara berjenjang yaitu mulai tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan hingga TPS.
o Masyarakat dapat mengikuti perkembangan tabulasi nasional perolehan suara secara terus menerus hingga ditetapkannya hasil perolehan suara Pemilu 2009 (maksimum H+30).
2. Merekam data perolehan suara (mulai dari tingkat TPS) secara digital untuk membantu fungsi verifikasi, validasi dan legalitas.
* Peran BPPT dalam hal ini adalah membantu KPU dalam merencanakan, mengimplementasikan dan memantau penerapan TI agar tujuan tersebut dapat tercapai.
Disamping itu, KPU sebagai pengguna juga harus aktif untuk menggerakkan seluruh komponennya untuk memanfaatkan TI tersebut secara optimal, karena hal ini adalah kunci sukses dalam keberhasilan pencapaian tujuan TI.
* Pada intinya penyelenggaraan TI Pemilu 2009 adalah sebagai berikut:
1. Entri data perolehan suara per TPS di Kabupaten/Kota ( menggunakan scanner dan sistem ICR)
2. Jaringan komunikasi data VPN IP
3. Pemeliharaan Data Center
4. Pengadaan perangkat jaringan dan keamanan.
5. System integrator menyediakan perangkat lunak pengiriman hingga penayangan hasil perolehan suara, mengoperasikan Data Center, dan menangani Help Desk.
* Terkait Proses Data Entry, prosedur penyelenggaraannya adalah sebagaimana berikut:
1. Proses data entry dilakukan di KPU Kabupaten/Kota dengan dibantu oleh sistem ICR (Intelligent Character Recognition).
2. Sistem ICR memproses image hasil scan agar dapat dikenali sebagai angka yang dapat diedit dan disimpan secara digital.
3. Sistem ICR digunakan sebagai alat bantu “digital document filing” bagi form C1-IT dan untuk mempercepat proses data entry.
4. Sistem ICR akan memindai form C1-IT melalui scanner dan menghasilkan output berupa dokumen teks dan dokumen image dari form C1-IT, dimana dokumen image telah di”water marked” untuk menjamin otentisitas.
5. Dokumen teks akan diverifikasi dan divalidasi, agar sesuai dengan form C1-IT orisinal melalui piranti lunak bantu (software tool) verifikasi dan validasi.
6. Persetujuan / approval dilakukan oleh pihak yang berwenang sebelum dikirim.
7. Dokumen image teks, image dan log perubahan/ editing akan dienkripsi dan diberikan digital signature untuk menjamin kerahasiaan dan tidak adanya perubahan data dalam proses pengiriman.
8. Pengiriman dilakukan melalui jaringan komunikasi teramankan (VPN IP)
9. Procedur entri manual backup beserta verifikasi dan validasi disiapkan apabila sistem ICR mengalami permasalahan.
10. Semua proses dan prosedur normal maupun backup didokumentasikan dalam SOP.
* Apabila ditemukan terdapat kesalahan data maka prosedur yang harus ditempuh adalah sbb:
1. Pelapor (KPU Kabupaten/Kota) membuat Error Report dan melaporkan ke Help Desk KPU.
2. Help Desk melapor ke Data center operator, untuk dilakukan verifikasi.
3. Help Desk melapor ke Pelapor atas hasil verifikasi
4. Pelapor membuat Berita Acara dan disampaikan ke Help Desk
5. Berdasarkan Berita Acara Operator melakukan pembatalan penayangan data tersebut.
6. KPU kabupaten/kota mengirim ulang data perolehan suara yang benar.
* KPU Pusat tidak melakukan perubahan apapun terhadap data yang dikirim oleh KPU Kabupaten/Kota. Data perolehan suara yang dikirim oleh KPU kabupaten/kota ditayangkan sebagaimana adanya.
Jakarta, 4 April 2009
Tim Ahli BPPT untuk TI KPU
DIarsipkan di bawah: press release | 1 Komentar »
Press Release: MOU & PKS antara BPPT dan KPU
Ditulis pada Maret 13, 2009 oleh Tim TI BPPT
PRESS RELEASE
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Dalam rangka pelaksanaan MOU dan PKS antara BPPT dan Komisi Pemilihan Umum (KPU)
1. Pada tanggal 27 Januari 2009 yang lalu, BPPT telah menerima surat permintaan dari KPU untuk membantu dalam Implementasi Teknologi Informasi Pemilu 2009. BPPT menganggap bahwa membantu pada Teknologi Informasi dan Komunikasi KPU merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan, karena hal itu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi BPPT sebagai lembaga pemerintah.
2. Mengingat waktu pelaksanaan pemilihan umum secara nasional yang sudah sangat mendesak dengan, maka BPPT segera menindak-lanjuti permintaan bantuan dari KPU dengan membentuk tim kerja untuk membantu sebagai pendamping teknis KPU secara informal terlebih dahulu sejak tanggal 19 Februari 2009, sambil melakukan kegiatan dalam aspek legal formal agar sesuai dengan pola kerja sistem administrasi pemerintahan
3. BPPT membantu KPU dalam menyusun rancangan teknis sistem integrasi, pemeliharaan Data Center, perangkat jaringan dan keamanan dan jaringan komunikasi data; mengoperasikan Data Center, mengumpulkan hasil perhitungan suara dari kabupaten/kota, dan menayangkan hasil perhitungan suara kepada masyarakat melalui internet.
4. BPPT menyadari bahwa dalam mempersiapkan sistem teknologi informasi untuk Pemilu 2009 dalam waktu yang sangat singkat akan sangat berpotensi mempengaruhi kualitas layananannya. Walaupun demikian, BPPT akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat membantu KPU mempersiapkan sistem teknologi informasi seoptimal mungkin dengan mendaya-gunakan semua fasilitas yang mungkin dapat termanfaatkan.
5. BPPT juga mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, untuk ikut mensukseskan pelaksanaan pemilu nasional yang menjadi tolok ukur proses demokrasi Bangsa Indonesia dan ikut menjaga sistem teknologi informasi dan komunikasi KPU dari gangguan-gangguan yang tidak diinginkan yang bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan pemilu nasional ini.
Jakarta, 12 Maret 2009
Kepala BPPT
Dr.Ir.Marzan Aziz Iskandar
Kami telah melakukan analisis terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan entri data dan penayangan.
Untuk menjelaskan kasus ini, pertama-tama kami sampikan alur proses entri data sampai penayangan perolehan suara caleg.
1. Formulir C1-IT yang telah diisi oleh petugas KPPS diproses oleh software ICR di KPU Kabupaten/Kota
2. Hasil pembacaan ICR akan ditampilkan di layar monitor, dan operator melakukan koreksi terhadap hasil pembacaan itu. Setelah operator memastikan tidak ada salah baca, file disimpan dan dikirim ke KPU
3. Di KPU, aplikasi Sistem Integrasi akan memeriksa keamanan dan otentikasi file yang dikirimkan oleh KPU Kabupaten/Kota tersebut untuk ditayangkan di pusat tabulasi nasional.
Hasil analisis menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
1. Kesalahan pada Tim Review IT karena tidak sempat melakukan pengujian sistem secara komprehensif terhadap data perolehan suara caleg sementara untuk data perolehan suara partai politik telah dilakukan.
2. Terjadi kesalahan pengisian form C1-IT oleh petugas PPS (contoh: satu kotak diisi lebih dari 1 digit, lihat gambar form C1-IT dibawah )Gambar 1 Pengisian lebih dari 1 digit
3. Software ICR yang dipakai oleh KPU Kabupaten/Kota tersebut tidak memberikan pembacaan yang benar terhadap form C1-IT sebagaimana tercermin dari tabulasi di bawah (lihat gambar XML)
Gambar 2 File Pembacaan ICR
Keterangan:
p : partai
c : caleg
4. Operator tidak melakukan koreksi pada halaman ke-7 form C1-IT sehingga data yang belum terkoreksi dikirim ke KPU (lihat gambar log)Gambar 3 File rekam jejak operator
Keterangan:
Partai P1 sampai dengan P30 atau halaman 1 sampai dengan 6 dan halaman 8 telah dikoreksi. Tetapi halaman 7 yang terdiri dari partai No. 31 s.d. 42 tidak dikoreksi.
5. Software ICR yang digunakan oleh KPU Kabupaten/Kota pada saat itu memungkinkan proses pengiriman sebelum semua kesalahan pembacaan ICR dikoreksi oleh operator dan tidak ada restriksi terhadap data yang lebih dari 3 digit. Penyedia software ICR telah melakukan perbaikan dengan menerapkan pemeriksaan terhadap jumlah suara caleg, jumlah total suara caleg dan partai, serta tidak meloloskan data perolehan suara caleg dan partai politik yang melebihi 510 per TPS. Juga tidak memungkinkan pengiriman file hasil ICR sebelum semua koreksi selesai dilakukan.
6. Aplikasi pada Sistem Integrasi tidak mengantisipasi data masuk yang lebih dari 510 suara caleg dan partai politik karena hal itu dianggap telah dilakukan pada software ICR.Penyedia Aplikasi Sistem Integrasi telah melakukan perbaikan dengan membuat aturan yang tidak meloloskan data perolehan suara caleg dan partai politik yang melebihi 510 per TPS.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian. Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbaiki segala kelemahan pada sistem TI KPU sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemuadian hari. Terima kasih.
Tim Review IT KPU – BPPT
PT Jasa Teknologi Informasi Mandiri (Sistem Integrator)
PT Smart Technology Indonesia (salah satu penyedia software ICR)
DIarsipkan di bawah: informasi | 10 Komentar »
Disklaimer
Ditulis pada April 7, 2009 oleh Tim TI BPPT
Blog ini adalah sebagai media informal dari TI KPU 2009, sebagai sarana komunikasi dari tim TIM KPU BPPT dengan masyarakat luas, dengan harapan dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, untuk memberi kenyamanan seluruh masyarakat, kami akan melakukan kontrol atas konten dari komentar/masukan yang masuk, khususnya dari komentar/masukan yang tidak memperhatikan etika umum berdikusi dalam jaringan. Mohon pengertian dan kerjasamanya, agar situs ini memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Terimakasih.
Tim TI KPU BPPT.
DIarsipkan di bawah: informasi | 9 Komentar »
Penjelasan mengenai pengujian performa ICR
Ditulis pada April 7, 2009 oleh Tim TI BPPT
Ditemukan beberapa pemberitaan di media massa yang tidak tepat dalam menjelaskankan mekanisme pengujian akurasi ICR vendor. Untuk menghindari terjadinya kesimpangsiuran, kami jelaskan sbb.
1. Untuk mendapatkan hasil test akurasi ICR yang valid, diperlukan testing set yang memenuhi kaidah statistik. Di antaranya:
1. independent, tidak pernah dipakai dalam proses training maupun parameter tuning dalam proses pembuatan engine recognition
2. jumlah sampel mencukupi
2. Mengingat keterbatasan waktu, tim BPPT hanya mampu melakukan
ujicoba akurasi pada limited sampel yang independen. Dengan
demikian setidaknya syarat “1. independensi” terpenuhi.
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 7 Komentar »
Mengenal sekilas Intelligent Character Recognition (ICR) dalam Pemilu 2009
Ditulis pada April 6, 2009 oleh Tim TI BPPT
penulis:
Oskar Riandi, M.Eng, Amien Rusdiutomo, M.Eng, Agus Nugroho, M.Sc, Anto Satriyo Nugroho, Dr.Eng
1. Teknologi ICR dalam Pemilu 2009
Tidak lama lagi, bangsa Indonesia akan melaksanakan pemilihan umum pada 9 April 2009. Menjelang hari H, berlangsung diskusi cukup hangat di masyarakat mengenai pemakaian Intelligent Character Recognition (ICR), perangkat lunak yang baru mulai dipakai pada Pemilu 2009 ini. Pemakaian ICR ini sudah ditetapkan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 02 tahun 2009, tentang Pedoman Pengadaan dan Pengelolaan Perangkat Teknologi Informasi untuk Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2009 [1]. Tujuan utama yang ingin dicapai dengan penggunaan mesin pemindai yang berbasis ICR tersebut adalah:
1. mempercepat proses perhitungan suara
2. memperoleh tabulasi yang akurat
3. memperoleh salinan dokumen elektronik yang otentik dan teramankan
4. transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat.
Sejak penandatanganan MoU kerjasama BPPT dan KPU pada 12 Maret 2009 yll. tim Review TI BPPT bekerja keras melakukan review dan supervisi teknologi informasi yang diterapkan di KPU. Termasuk di dalamnya upaya yang dilakukan dalam melakukan standarisasi aplikasi ICR, agar output dari ICR ini dapat diintegrasikan dengan baik dengan sistem secara keseluruhan. Dalam artikel ini akan dijelaskan teknologi ICR, kelebihan dan kelemahannya, bagaimana alur proses pengisian data di daerah hingga penayangannya pada tabulasi nasional. Dijelaskan pula upaya yang dilakukan oleh tim review Teknologi Informasi BPPT dalam melakukan standarisasi aplikasi ICR yang akan dipakai dalam tabulasi nasional pemilu 2009.
2. Apakah ICR itu ?
ICR adalah singkatan Intelligent Character Recognition, yaitu sistem ”cerdas” yang mampu mengenali tulisan tangan dan menterjemahkannya kedalam kode atau simbol digital yang ”dimengerti” (diedit, disimpan) oleh komputer. Sebuah piranti lunak ICR pada prinsipnya terdiri dari 4 bagian: preprocessing, character segmentation, character recognition dan post processing, sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1 [1].
Gambar 1 Alur proses dalam sebuah sistem ICR
1. Preprocessing
Bagian pertama mengimplementasikan berbagai teknik dalam pengolahan citra untuk meningkatkan kualitas gambar agar mudah diolah oleh tahap berikutnya. Proses itu antara lain thresholding, konversi gray-scale ke binary black-white, noise removal, dsb.
2. Character segmentation
Bagian ini bertugas menganalisa sebuah citra text hasil scanning, menemukan lokasi text dan mengekstrak huruf per huruf untuk diolah pada tahap character recognition.
3. Character recognition
Bagian ini terdiri dari feature extraction dan classification. Feature extraction bertugas menemukan informasi signifikan dari citra sebuah huruf dan merepresentasikannya dalam vektor fitur (feature vector). Vektor ini kemudian diolah oleh classifier untuk menentukan kategori (jenis huruf). Berbagai metode classifier telah dikembangkan dalam bidang pengenalan pola (pattern recognition) sejak puluhan tahun yang lalu. Antara lain artificial neural network (jaringan saraf tiruan), support vector machine (SVM), maupun metode statistika yang lain.
4. Post processing
Bagian terakhir melakukan evaluasi terakhir untuk melakukan koreksi otomatis sekiranya terjadi kesalahan dalam pengenalan huruf yang dilakukan pada tahap 3.
Dari sisi teknologi, sebenarnya ICR bukanlah hal yang baru. Riset mengenai character recognition telah berpuluh tahun digali di dunia komputasi, khususnya pattern recognition (pengenalan pola) dan image processing (pengolahan citra). Bagi peneliti pattern recognition, masalah character recognition seolah menjadi masalah klasik untuk mencoba berbagai metode feature extraction maupun classifier yang mereka kembangkan. Teknologi ini dapat dikatakan telah mencapai maturity, dimana umumnya penelitian telah dapat menekan rasio error hingga kurang dari 1% (akurasi 99%) [3][4]. Di sisi industri, teknologi ICR telah diimplementasikan dalam berbagai produk komersial. Misalnya untuk membaca alamat pos yang diimplementasikan di United States Postal Service (USPS) [5], Bank check recognition [6], dan facsimile produksi Sanyo yang mampu membaca tulisan tangan nomer facsimile, dan langsung men-dial secara otomatis ke tujuan [7]. Dapat dikatakan bahwa teknologi ini telah matang dan potensi aplikasinya sangat tinggi.
3. Kelebihan dan Kelemahan ICR
Tiap teknologi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kelebihan ICR terhadap berbagai metode lain dalam data entry seperti OMR (Optical Mark Recognition) misalnya, terletak pada kemampuannya
(i)mempermudah pekerjaan operator
(ii) efisiensi biaya kertas yang diperlukan
Mempermudah di sini dimaksudkan lebih mudah bagi seseorang untuk menuliskan sebuah angka dengan baik, dibandingkan mengisi form OMR dengan mencontreng atau menghitamkan sebuah pilihan dari berbagai pilihan yang tersedia, sebagaimana saat ujian nasional, UMPTN, dsb. Apalagi dengan mempertimbangkan stamina dan kondisi petugas lapangan yang mungkin dalam kondisi lelah saat mengisi formulir. Dari sisi efisiensi, biaya pengadaan kertas dapat ditekan jauh menjadi lebih murah. Pada pemilu kali ini, formulir C1-IT terdiri dari 8 lembar yang memuat isian untuk seluruh parpol. Apabila memakai formulir khusus OMR, banyaknya halaman akan sesuai dengan jumlah parpol, karena data 1 parpol memerlukan 1 halaman OMR. Misalnya jumlah parpol 38, maka diperlukan 38 halaman [8]. Namun demikian, bukan berarti ICR bebas resiko. Apabila akurasi ICR terlalu rendah, preprocessing dan segmentasinya tidak akurat, mengakibatkan beban operator untuk melakukan verifikasi menjadi berat, sehingga tidak efektif. Dapat disimpulkan bahwa dari sisi akurasi, OMR lebih menjanjikan daripada ICR, tetapi ICR lebih unggul dari sisi biaya pengadaan kertas maupun resiko error yang timbul karena kondisi psikis di lapangan.
4. Alur Pengisian Data di KPUD Kabupaten/Kota hingga penayangannya pada tabulasi nasional
Gambar 2 Alur pemrosesan form C1-IT dari KPUD Kabupaten Kota ke KPU Pusat
Gambar 2 memperlihatkan alur bagaimana data yang diisikan pada formulir C1-IT di KPUD Kabupaten dapat ditayangkan pada tabulasi nasional. Pertama-tama formulir C1-IT yang telah diisi akan dipindah (scan). Citra hasil pemindaian tersebut akan dibubuhkan watermark, sehingga terjamin otentisitasnya. Maksudnya, setiap ada upaya ilegal untuk mengubah citra tsb. akan selalu diketahui, sehingga citra tersebut kelak dapat menjadi bukti hukum yang sah apabila ada masalah timbul di belakang hari. Setiap formulir C1-IT terdiri dari 8 lembar, sehingga total diperoleh 8 buah citra. Selanjutnya citra hasil pemindaian tersebut akan dibaca oleh ICR, dikonversikan menjadi simbol angka berupa kode ASCII. Hasil baca ini selanjutnya diverifikasi oleh operator. Apabila ada kesalahan baca, operator akan memperbaiki kesalahan tersebut. Setiap modifikasi yang dilakukan akan selalu tercatat dalam sebuah log file. Setelah error tidak ditemukan lagi, file disimpan pada struktur direktori tertentu. Keseluruhan file tsb. saat disimpan telah dalam kondisi terenkripsikan (tersandikan) sehingga isinya tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak diinginkan. File elektronik ini selanjutnya dikirimkan ke pusat lewat jaringan khusus yang disebut VPN (Virtual Private Network). Karena pengiriman ini lewat VPN, bukan lewat jaringan internet biasa, diharapkan akan handal terhadap upaya vandalisme terhadap data tsb. Setelah sampai di Data Center KPU Pusat, file tersebut akan diekstrak, didekripsikan, validasi dan diperiksa otentisitasnya, baru kemudian dikelola dalam pusat penyimpanan data. Data inilah yang kemudian ditayangkan di internet, sehingga proses perhitungan suara dapat dipantau secara transparan oleh semua pihak.
5. Apakah yang harus dilakukan agar ICR bekerja optimal ?
Dari uraian di atas jelas terlihat bahwa ICR ini berada pada ujung tombak sistem TI yang digunakan. Keberhasilan tabulasi nasional sangat bergantung pada keberhasilan ICR dalam membaca data yang dituliskan pada formulir C1-IT. Mengingat pentingnya peran ICR dalam sistem TI Pemilu 2009, perangkat lunak itu harus memenuhi 4 aspek:
1. Tepat
yaitu sesuai dan mampu mengolah format C1-IT, sehingga terjaga interoperabilitasnya dengan sistem yang lain
2. Akurat
memiliki ”kecerdasan” yang tinggi, maksudnya mampu membaca dengan akurat tulisan tangan angka pada formulir C1-IT. Secara sederhana dapat diilustrasikan demikian. Sebuah ICR yang memiliki akurasi 95% akan beresiko salah baca 5 dari 100 angka, sehingga operator hanya mengoreksi 5 angka saja. Adapun ICR yang memiliki akurasi 80% berpotensi salah baca 20 dari 100 angka, sehingga operator harus mengoreksi 20 angka atau 4 kali lipat. Apabila jumlah TPS ratusan atau ribuan, upaya koreksi ini akan berlipat ganda dan akan memberatkan operator.
3. Aman
yaitu terjamin keamanannya secara berjenjang pada saat data dibuat, disimpan sampai penayangannya di tabulasi nasional. Karena itulah dipasang berlapis-lapis pengamanan seperti watermark dan enkripsi.
4. Cepat
instalasi, setting dan kemudahan antarmuka (userfriendly interface) akan membuat pekerjaan operator menjadi lebih cepat dan ringan.
Selain itu dari sisi pengguna, harus diperhatikan hal-hal sbb.
1. Tulislah angka sebaik dan sejelas mungkin
2. Angka harus ditulis di kotak yang ditentukan, jangan sampai melewati batas kotak
3. Kertas jangan sampai kotor, sobek atau terlipat
4. Jangan terbalik saat memasukkan kertas ke scanner
6. Standarisasi ICR
Sejak dibentuk lewat MoU BPPT-KPU pada 12 Maret 2009, tim review BPPT berupaya membuat standar ICR, agar dapat diolah oleh bagian Sistem Integration, untuk dikirim, diolah dan ditampilkan pada tabulasi nasional [9]. Standar ICR ini merupakan penjabaran teknis dari spesifikasi yang ditetapkan pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 02 tahun 2009 [1]. Setiap vendor yang ingin menjual produk ICR nya harus memenuhi kriteria standar tersebut, agar hasilnya dapat diterima dan diolah oleh sistem yang dibangun di KPU. File standar ICR tersebut dapat didownload dari sini [9].
7. Penutup
Pemilu 9 April 2009 memanfaatkan teknologi Intelligent Character Recognition (ICR). Dari sisi teknologi, ICR sebenarnya sudah lama dikembangkan dan telah sampai ke level yang mature. ICR telah dipakai dalam berbagai aplikasi industri. Tujuan pemakaian ICR dalam pemilu ini adalah untuk memperoleh hasil yang cepat, akurat, aman, citra yang dapat dipakai sebagai bukti otentik, dan transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat.
8. Referensi
1. Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 02 tahun 2009, tentang Pedoman Pengadaan dan Pengelolaan Perangkat Teknologi Informasi untuk Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2009.
2. R. Plamondon, S.N. Srihari: “Online and Off-line Handwriting Recognition: A Comprehensive Survey”, IEEE Trans. Pattern Analysis & Machine Intelligence
3. Yann LeCun, Corinna Cortes: The MNIST Database of handwritten digits : http://yann.lecun.com/exdb/mnist/ (diakses 19 Maret 2009)
4. Ranzato Marc’Aurelio, Christopher Poultney, Sumit Chopra and Yann LeCun: “Efficient Learning of Sparse Representations with an Energy-Based Model”, in J. Platt et al. (Eds), Advances in Neural Information Processing Systems (NIPS 2006), MIT Press, 2006
5. S.N. Srihari and E.J. Keubert: “Integration of Handwritten Address Interpretation Technology into the United States Postal Service Remote Computer Reader System”, Proc. of Fourth Int’l Conf. Document Analysis and Recognition, Vol.2, pp.892-896, Ulm, Germany, Aug, 1997
6. G.Dimauro, S.Impedovo, G.Ppirlo, and A. Salzo, “A Multi-Expert Signature Verification System for Bankcheck Processing,” Int’l Journal on Pattern Recognition and Artificial Intelligence, Vol.11, No.5, pp.827-844, 1997
7. H. Kawajiri, Y. Takatoshi, T. Junji, A.S. Nugroho and A. Iwata : Hand-written Numeric Character Recognition for Facsimile Auto-dialing by Large Scale Neural Network CombNET-II, Proc. of 4th.International Conference on Engineering Applications of NeuralNetworks, pp.40-46, June, 10-12, 1998 Gibraltar
8. Bambang Edhi Leksono S, Hemat Dwi Nuryanto: “Laporan Kegiatan Konsultasi Sistem Informasi Pemilihan Umum November-Desember 2008”, Komisi Pemilihan Umum, Jakarta 14 Januari 2009
9. Tim Review TI KPU : Standar dan Kriteria Piranti Lunak ICR (Intelligent Character Recognition), ver 2.0 – 090320, 20 Maret 2009,
Addendum1
DIarsipkan di bawah: teknologi dalam Pemilu 2009 | yang berkaitan: ICR Pemilu 2009 Teknologi TI Intelligent Character Recognition standarisasi | 14 Komentar »
Mailing list untuk diskusi masalah TI dalam Pemilu
Ditulis pada April 6, 2009 oleh Tim TI BPPT
Rekan-rekan yth.
Kami telah membuat mailing list untuk mendiskusikan masalah penerapan Teknologi Informasi (TI) yang ditemukan di lapangan selama pemilu, dengan harapan dapat melancarkan pemilu 9-April-2009.
Cara bergabung ke milis: kirim email kosong ke
tipemilu2009-subscribe@googlegroups.com
Mari kita berikan yang terbaik buat bangsa dan negara kita.
Administrator (Tim Ahli BPPT untuk TI KPU)
1. Dr. Anto Satriyo Nugroho
2. Dr. Husni Fahmi
3. Oskar Riandy, M.Eng
DIarsipkan di bawah: informasi | yang berkaitan: milis mailing list TI Pemilu 2009 | 4 Komentar »
Press Release:Penyelenggaraan Teknologi Informasi untuk Pemilu tahun 2009
Ditulis pada April 5, 2009 oleh Tim TI BPPT
Dalam rangka melengkapi penjelasan Ka. BPPT, berikut adalah materi pelengkap penjelasannya:
* Kerjasama BPPT dan KPU adalah dalam pendampingan teknis teknologi informasi untuk Pemilu 2009, dimana secara formal dimulai sejak tanggal 12 Maret 2009.
* Dalam pelaksanaan Pemilu 2009 ini, Tujuan TI dalam pemilu ditetapkan sebagai berikut:
1. Mengumpulkan dan menyajikan hasil perolehan suara Pemilu dari seluruh TPS dengan cepat, akurat, dan transparan dalam mendukung fungsi pengawasan langsung oleh masyarakat.
Dalam arti:
o Masyarakat dapat mengikuti dan mengawasi rekapitulasi perhitungan suara secara berjenjang yaitu mulai tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan hingga TPS.
o Masyarakat dapat mengikuti perkembangan tabulasi nasional perolehan suara secara terus menerus hingga ditetapkannya hasil perolehan suara Pemilu 2009 (maksimum H+30).
2. Merekam data perolehan suara (mulai dari tingkat TPS) secara digital untuk membantu fungsi verifikasi, validasi dan legalitas.
* Peran BPPT dalam hal ini adalah membantu KPU dalam merencanakan, mengimplementasikan dan memantau penerapan TI agar tujuan tersebut dapat tercapai.
Disamping itu, KPU sebagai pengguna juga harus aktif untuk menggerakkan seluruh komponennya untuk memanfaatkan TI tersebut secara optimal, karena hal ini adalah kunci sukses dalam keberhasilan pencapaian tujuan TI.
* Pada intinya penyelenggaraan TI Pemilu 2009 adalah sebagai berikut:
1. Entri data perolehan suara per TPS di Kabupaten/Kota ( menggunakan scanner dan sistem ICR)
2. Jaringan komunikasi data VPN IP
3. Pemeliharaan Data Center
4. Pengadaan perangkat jaringan dan keamanan.
5. System integrator menyediakan perangkat lunak pengiriman hingga penayangan hasil perolehan suara, mengoperasikan Data Center, dan menangani Help Desk.
* Terkait Proses Data Entry, prosedur penyelenggaraannya adalah sebagaimana berikut:
1. Proses data entry dilakukan di KPU Kabupaten/Kota dengan dibantu oleh sistem ICR (Intelligent Character Recognition).
2. Sistem ICR memproses image hasil scan agar dapat dikenali sebagai angka yang dapat diedit dan disimpan secara digital.
3. Sistem ICR digunakan sebagai alat bantu “digital document filing” bagi form C1-IT dan untuk mempercepat proses data entry.
4. Sistem ICR akan memindai form C1-IT melalui scanner dan menghasilkan output berupa dokumen teks dan dokumen image dari form C1-IT, dimana dokumen image telah di”water marked” untuk menjamin otentisitas.
5. Dokumen teks akan diverifikasi dan divalidasi, agar sesuai dengan form C1-IT orisinal melalui piranti lunak bantu (software tool) verifikasi dan validasi.
6. Persetujuan / approval dilakukan oleh pihak yang berwenang sebelum dikirim.
7. Dokumen image teks, image dan log perubahan/ editing akan dienkripsi dan diberikan digital signature untuk menjamin kerahasiaan dan tidak adanya perubahan data dalam proses pengiriman.
8. Pengiriman dilakukan melalui jaringan komunikasi teramankan (VPN IP)
9. Procedur entri manual backup beserta verifikasi dan validasi disiapkan apabila sistem ICR mengalami permasalahan.
10. Semua proses dan prosedur normal maupun backup didokumentasikan dalam SOP.
* Apabila ditemukan terdapat kesalahan data maka prosedur yang harus ditempuh adalah sbb:
1. Pelapor (KPU Kabupaten/Kota) membuat Error Report dan melaporkan ke Help Desk KPU.
2. Help Desk melapor ke Data center operator, untuk dilakukan verifikasi.
3. Help Desk melapor ke Pelapor atas hasil verifikasi
4. Pelapor membuat Berita Acara dan disampaikan ke Help Desk
5. Berdasarkan Berita Acara Operator melakukan pembatalan penayangan data tersebut.
6. KPU kabupaten/kota mengirim ulang data perolehan suara yang benar.
* KPU Pusat tidak melakukan perubahan apapun terhadap data yang dikirim oleh KPU Kabupaten/Kota. Data perolehan suara yang dikirim oleh KPU kabupaten/kota ditayangkan sebagaimana adanya.
Jakarta, 4 April 2009
Tim Ahli BPPT untuk TI KPU
DIarsipkan di bawah: press release | 1 Komentar »
Press Release: MOU & PKS antara BPPT dan KPU
Ditulis pada Maret 13, 2009 oleh Tim TI BPPT
PRESS RELEASE
Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Dalam rangka pelaksanaan MOU dan PKS antara BPPT dan Komisi Pemilihan Umum (KPU)
1. Pada tanggal 27 Januari 2009 yang lalu, BPPT telah menerima surat permintaan dari KPU untuk membantu dalam Implementasi Teknologi Informasi Pemilu 2009. BPPT menganggap bahwa membantu pada Teknologi Informasi dan Komunikasi KPU merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan, karena hal itu sesuai dengan tugas pokok dan fungsi BPPT sebagai lembaga pemerintah.
2. Mengingat waktu pelaksanaan pemilihan umum secara nasional yang sudah sangat mendesak dengan, maka BPPT segera menindak-lanjuti permintaan bantuan dari KPU dengan membentuk tim kerja untuk membantu sebagai pendamping teknis KPU secara informal terlebih dahulu sejak tanggal 19 Februari 2009, sambil melakukan kegiatan dalam aspek legal formal agar sesuai dengan pola kerja sistem administrasi pemerintahan
3. BPPT membantu KPU dalam menyusun rancangan teknis sistem integrasi, pemeliharaan Data Center, perangkat jaringan dan keamanan dan jaringan komunikasi data; mengoperasikan Data Center, mengumpulkan hasil perhitungan suara dari kabupaten/kota, dan menayangkan hasil perhitungan suara kepada masyarakat melalui internet.
4. BPPT menyadari bahwa dalam mempersiapkan sistem teknologi informasi untuk Pemilu 2009 dalam waktu yang sangat singkat akan sangat berpotensi mempengaruhi kualitas layananannya. Walaupun demikian, BPPT akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat membantu KPU mempersiapkan sistem teknologi informasi seoptimal mungkin dengan mendaya-gunakan semua fasilitas yang mungkin dapat termanfaatkan.
5. BPPT juga mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, untuk ikut mensukseskan pelaksanaan pemilu nasional yang menjadi tolok ukur proses demokrasi Bangsa Indonesia dan ikut menjaga sistem teknologi informasi dan komunikasi KPU dari gangguan-gangguan yang tidak diinginkan yang bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan pemilu nasional ini.
Jakarta, 12 Maret 2009
Kepala BPPT
Dr.Ir.Marzan Aziz Iskandar
hack on pemilu
*JAKARTA, KOMPAS.com *— Serangan para *hacker *terhadap proses
*online*dalam pelaksanaan tabulasi nasional Pemilu 2009 diakui
mengganggu penyelesaian proses tabulasi yang tengah berjalan di Pusat
Tabulasi Nasional Pemilu 2009.
Ketua Tim Ahli Teknologi Informasi Pemilu 2009 Husni Fahmi dari Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang ditemui di Gedung KPU, Rabu
(15/4), mengaku, serangan *hacker* dalam pemilu kali ini jauh lebih mutakhir
dibandingkan dengan serangan serupa di tahun 2004. "Tipe serangan yang
sekarang lebih canggih," tutur Husni tanpa menjelaskan lebih jauh tentang
model serangan itu.
Serangan *hacker* itu pulalah yang dituding menjadi penghambat bagi proses
pengumpulan suara dari seluruh wilayah di Tanah Air. Ia mengindikasikan,
target tabulasi hingga 80 persen sulit tercapai. "*Gimana* ya. Nanti
terserah KPU saja yang menjelaskan. Operasional itu wewenang KPU. Kami sudah
berusaha maksimal," ujar Husni.
Husni mengatakan, timnya sudah menyampaikan kepada KPU mengenai
kesulitan-kesulitan yang terjadi, tak hanya serangan *hacker*, tetapi juga
dari segi kelambatan operator di tingkat kabupaten/kota*, *hingga kekurangan
*server*.
Sampai hari ini, jumlah suara yang masuk di Pusat TNP 2009 masih berkisar di
angka 7.715.373 suara atau baru sekitar 4.5 persen dari total pemilih yang
terdaftar dari 9.251 tempat pemungutan suara (TPS). "Nanti biarkan KPU saja
yang menjelaskan. Kami kan bertanggung jawab kepada KPU," lanjut Husni.
Sementara itu, meski mengaku bukan pada kewenangannya, Husni juga mengatakan
persoalan akibat serangan *hacker* telah diselesaikan KPU dengan
berkoordinasi bantuan pihak Unit Cyber Crime Mabes Polri.
*online*dalam pelaksanaan tabulasi nasional Pemilu 2009 diakui
mengganggu penyelesaian proses tabulasi yang tengah berjalan di Pusat
Tabulasi Nasional Pemilu 2009.
Ketua Tim Ahli Teknologi Informasi Pemilu 2009 Husni Fahmi dari Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang ditemui di Gedung KPU, Rabu
(15/4), mengaku, serangan *hacker* dalam pemilu kali ini jauh lebih mutakhir
dibandingkan dengan serangan serupa di tahun 2004. "Tipe serangan yang
sekarang lebih canggih," tutur Husni tanpa menjelaskan lebih jauh tentang
model serangan itu.
Serangan *hacker* itu pulalah yang dituding menjadi penghambat bagi proses
pengumpulan suara dari seluruh wilayah di Tanah Air. Ia mengindikasikan,
target tabulasi hingga 80 persen sulit tercapai. "*Gimana* ya. Nanti
terserah KPU saja yang menjelaskan. Operasional itu wewenang KPU. Kami sudah
berusaha maksimal," ujar Husni.
Husni mengatakan, timnya sudah menyampaikan kepada KPU mengenai
kesulitan-kesulitan yang terjadi, tak hanya serangan *hacker*, tetapi juga
dari segi kelambatan operator di tingkat kabupaten/kota*, *hingga kekurangan
*server*.
Sampai hari ini, jumlah suara yang masuk di Pusat TNP 2009 masih berkisar di
angka 7.715.373 suara atau baru sekitar 4.5 persen dari total pemilih yang
terdaftar dari 9.251 tempat pemungutan suara (TPS). "Nanti biarkan KPU saja
yang menjelaskan. Kami kan bertanggung jawab kepada KPU," lanjut Husni.
Sementara itu, meski mengaku bukan pada kewenangannya, Husni juga mengatakan
persoalan akibat serangan *hacker* telah diselesaikan KPU dengan
berkoordinasi bantuan pihak Unit Cyber Crime Mabes Polri.
Langganan:
Postingan (Atom)

