Rabu, September 09, 2009

Kontroversi Ular Besar


BARU-BARU ini, muncul sebuah foto udara yang membuat heboh Kalimantan & Malaysia. Seekor ular raksasa berenang di Sungai Baleh, Sibu, Perbatasan Kalimantan barat-Serawak, bagian utara Kalimantan yang masuk wilayah Malaysia. Sebuah foto ular raksasa terlihat berenang melenggak-lenggok di sebuah sungai tropis yang dikelilingi oleh hutan gambut. Ular berwarna hitam itu sangat besar, hampir memenuhi sungai yang terletak di tengah-tengah hutan rawa yang rimbun. Adanya ular raksasa bukanlah cerita baru untuk masyarakat Kalimantan Barat. Bahkan warga yang tinggal di sekitar perbatasan Sarawak, Malaysia percaya, ular yang hidup di hutan perbatasan itu lebih besar dari yang digambarkan dalam foto di internet.

“Pengakuan orang-orang tua di sini, ular itu besarnya bisa sebesar pohon yang berdiameter 2 meter. Kalau di foto iti disebutkan sebesar drum minyak, malah masyarakat di sini meyakini masih ada yang jauh lebih besar dari itu,” kata Deputi Direktur Wahlhi Kalimantan Barat, Hendri Chandra kepada detikcom, Sabtu (21/2/2009).
Menurut Hendi, menurut pengakuan warga, ular besar itu hidup di hutan tropis Kalimantan yang belum tersentuh manusia. Orang sekitar menyebut ular itu merupakan jenis piton atau ular sawah.


Kalimantan memang memiliki ular-ular raksasa. Namun selama ini, ular yang besar yang baru ditemukan adalah sejenis sanca atau python atau masyarakat Kalimantan menyebutnya ular sawah, yang panjangnya belasan meter. Namun ular yang terlihat di foto dan beredar luas di internet, termasuk Youtube, jauh lebih panjang dan besar dibanding temuan python selama ini. Diperkirakan panjangnya 100 kaki atau sekitar 33 meter. Gambar tersebut diambil oleh anggota tim wilayah bencana banjir yang kemudian diterbitkan oleh Utusan Sarawak, sebuah koran lokal, pekan lalu. New Straits Times di Kuala Lumpur, juga memuat foto tersebut yang kemudian dirilis oleh The Telegraph, Inggris. Ada juga yang tidak mempercayai foto itu dan menganggapnya rekayasa semata. Hal ini karena terlalu jauhnya pengambilan gambar ular tersebut. Benar atau tidak, foto itu sudah membuat masyarakat di sekitar Serawak, khususnya Sibu, ketakutan. Sebab, sungai itu merupakan urat nadi transportasi masyarakat selama ini. Berdasarkan legenda yang hidup di masyarakat setempat, memang dipercaya tentang adanya anaconda di kawasan tersebut yang bernama Nabau. Menurut kepercayaan, Nabau merupakan ular dengan panjang 80 meter dengan kepala naga dan tujuh lubang hidung. Masyarakat desa yang tinggal di sungai Baleh Borneo mempercayai makhluk mistik tersebut. Selain itu, masyarakat memang sering melihat ular-ular besar di kawasan itu. Nah, pertanyaannya, bila foto itu asli, apakah ular yang terlihat itu sejenis python atau anaconda? Hingga kini memang belum ditemukan adanya anaconda di Kalimantan, kecuali dalam film Anaconda: The Hunt For The Blood Orchid yang laris itu. Rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazone. Anaconda merupakan keluarga boa. Panjang anaconda yang baru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992. Dalam keluarga anaconda, menurut situs lingkungan Mongabay, yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter. Python Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic Reticulated Python (python reticulatus). Python terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki, dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini. Para ilmuwan percaya panjang python bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter. Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara python lebih gemuk dan hanya suka kelembaban, bukan di air. Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan, sementara python menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat. Awal Februari, para ilmuwan menemukan fosil ular seberat sebuah mobil kecil. Ular itu diperkirakan bisa melumat binatang seukuran sapi. Monster sepanjang 45 kaki bernama Titanoboa sangat besar dan hidup dengan memakan buaya dan kura-kura raksasa. Beratnya mencapai 1,25 ton. Ia biasa merayap di sekitar hutan-hutan tropis Amerika Selatan 60 tahun silam. (yan/berbagai sumber).

Foto Rekayasa atau Asli

Namun, salah seorang tokoh masyarakat di Kota Sibu, Edward Manjah (79) mengatakan berita mengenai kemunculan ular itu hanyalah berita sampah. Sementara harian Inggris, Telegraph dan media AS, Fox News juga melansir foto ular raksasa tersebut. Namun harian Inggris terkemuka lainnya, Guardian menyebut foto tersebut murni rekayasa.

Pakar manipulasi gambar asal Australia, David Ewing mengatakan, gambar itu hanya rekayasa. “Lihatlah bagian yang berwarna hitam. Itu seperti jenis ular ’Snakes and Ladders’. Ada banyak lengkungan simpel di dalamnya. Ini gambar yang sangat mendasar,” ujar Ewing.

Terlepas dari Kontroversi benar tidaknya keberadaan ular tersebut…semua dikembalikan pada anda untuk menerima hal ini dengan akal sehat atau sebagai fenomena alam yang merupakan kebesaran Tuhan!


posting by,Harry one blog