Kamis, November 01, 2012
Senin, Oktober 29, 2012
Bukan Hanya Renungan
Assalamualaikum wr wb..
Pernahkah anda menatap orang-orang yang anda sayang saat mereka sedang tidur? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis kelas dunia pun yang ketika di panggung begitu cantik, tampan dan gemerlap pun akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikan lah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut kerucut mulai terpahat di wajah nya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, Lihatlah ibu anda.. kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang tiap hari menguruskan keperluan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan membekali kita semata-mata kerana rasa kasih dan sayang, dan sayang nya itu sering kita salah artikan.
Kemudian cobalah menatap wajah orang-orang di sekitar kita yang kita cintai..
dan secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan, dan ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata...
"betapa lelahnya..penat nya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu? Untuk siapa dia berpenat lelah Tak lain adalah KITA..
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita. Coba resapi dan pandang jauh ke dalam sisi hati kita di mana kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakan betapa kebahagiaan dan rasa terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua. Bayangkan lah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya.
inspired by Sapi dan Kambing Kurban
Pernahkah anda menatap orang-orang yang anda sayang saat mereka sedang tidur? Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang. Seorang artis kelas dunia pun yang ketika di panggung begitu cantik, tampan dan gemerlap pun akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikan lah ayah anda saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kuat dan gagah itu kini semakin tua dan lemah, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut kerucut mulai terpahat di wajah nya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, Lihatlah ibu anda.. kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai- belai tubuh bayi kita itu kini kasar karena menempuhi kehidupan yang mencabar demi kita. Orang inilah yang tiap hari menguruskan keperluan kita. Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan membekali kita semata-mata kerana rasa kasih dan sayang, dan sayang nya itu sering kita salah artikan.
Kemudian cobalah menatap wajah orang-orang di sekitar kita yang kita cintai..
- Ayah
- Ibu
- Suami
- Istri
- Kakak
- Adik
- Anak
- Sahabat, Semuanya...
dan secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu akan tampak lagi melalui wajah- wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadang melelahkan serta memenatkan mereka namun enggan mereka ungkapkan, dan ekspresi wajah ketika tidur pun membantu untuk mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpa suara dia berkata...
"betapa lelahnya..penat nya aku hari ini".
Dan penyebab lelah dan penat itu? Untuk siapa dia berpenat lelah Tak lain adalah KITA..
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah menemani hari-hari suka dan duka bersama kita. Coba resapi dan pandang jauh ke dalam sisi hati kita di mana kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakan betapa kebahagiaan dan rasa terharu seketika menerpa jika mengingat itu semua. Bayangkan lah apa yang akan terjadi jika esok mereka "orang-orang terkasih itu" tak lagi membuka matanya, untuk selamanya.
inspired by Sapi dan Kambing Kurban
Langganan:
Postingan (Atom)

